Harga Beli Kopi Dari Petani Naik

WAMENA – Koperasi serba usaha (KSU) Baliem Arabica sebagai satu-satunya koperasi yang bergerak dibidang jual beli kopi, terus berupaya memperjuangkan kesejahteraan petani dan salah satu yang akan dilakukan pada tahun 2013 ini yaitu menaikkan harga beli kopi dari petani.

Ketua KSU Baliem Arabica, Selion Karoba mengatakan, harga beli kopi dari petani yang akan mulai diberlakukan Februari 2013 yaitu sebesar Rp 7 ribu per-liter atau Rp 24.500 per-kilo.

“Awalnya pada tahun 2008 kami membeli kopi gabah dari petani seharga Rp 4 ribu per-kilo. Harga tersebut setiap tahunnya meningkat dan pada tahun ini menjadi Rp 7 ribu per-kilo gramnya,” ujarnya kepada Harian Pagi Papua, Rabu (16/1/2013) kemarin.
Dikatakannya, dengan kenaikan harga beli kopi tersebut diharapkan petani memperbaiki kualitas kopinya. Apabila kualitas kopi dari petani semakin meningkat maka menurutnya, bukan tidak mungkin harga beli kopi akan terus mengalami kenaikan.
“Kalau harga beli naik maka kualitas juga harus semakin diperhatikan. Karena kopi ini akan diekspor jadi kualitas harus benar-benar diperhatikan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pada tahun 2013 ini KSU Balim Arabica akan membeli kopi sebanyak 28 hingga 30 ton, dengan dana yang dibutuhkan mencapai Rp 600 juta. Namun pihaknya mengalami kendala masalah keuangan sehingga dilakukan peminjaman dari bank. Kopi yang akan dibeli dari petani tersebut menurutnya, selain untuk di ekspor juga untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Jayapura dan Timika.

Lebih jauh dikatakannya, saat ini KSU Baliem Arabica menjalankan produksi kopi di Jayapura tepatnya di Kampung Harapan Sentani, hal tersebut dilakukan untuk menekan biaya pengeluaran.

“Produksi saat ini kami lakukan di Jayapura karena biayanya lebih murah. Mesin produksi yang ada di Wamena kami sewakan dengan hitungan per-kilo-nya Rp 500,” katanya.

Agar kebutuhan ekspor dan permintaan dalam negeri kopi Baliem Arabica dapat terpenuhi diharapkannya, masyarakat ikut berperan serta dengan mengembangkan tanaman kopi, dengan tetap memperhatikan kualitas kopi yang dihasilkan.

Selama tahun 2012 menurutnya, KSU Baliem Arabica berhasil membeli kopi dari petani sebanyak 38 ribu liter dengan dana yang digunakan mencapai Rp 373.531.000. Sedangkan kopi yang telah diekspor ke luar negeri dari tahun 2008 hingga 2012 mencapai 54 ton.(ecy/hpp)

Sumber:
http://harianpagipapua.com/berita-1961-2013-harga-beli-kopi-dari-petani-naik.html

Kopi Arabika Jayawijaya Segera Didaftarkan di Kementrian Hukum dan HAM

WAMENA–Kopi Balim Arabica mendapat peringkat ke-3 produk unggulan dari menteri koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) RI, pada pameran nasional pengembangan produk unggulan desa dengan pendekatan one village one product (OVOP) melalui koperasi, yang diselenggarakan di Jakarta (1-3/7).

Head of Cooperative koperasi serba usaha (KSU) Balim Arabica, Selion Karoba mengatakan, dengan peringkat yang diperoleh tersebut, pihaknya mendapat penghargaan dan sertifikat.

“Pameran ini diikuti seluruh produk unggulan dari 33 propinsi di Indonesia.Dari Papua selain kopi Balim arabica, kakao juga diikutkan pada pameran tersebut,”ujarnya ketada Harian Pagi Papua melalui telepon selulernya, Minggu (8/7) kemarin.

Dikatakannya, setelah mendapatkan penghargaan tersebut, pihaknya berusaha untuk membuat produk lokal yang akan dipasarkan di daerah, selain juga tetap menyiapkan produk yang akan diekspor.

“Ketika pameran banyak yang mengatakan aroma kopi seperti starbuck dan kami katakan bahwa memang kopi Balim arabica ini yang diekspor ke starbuck. Kami pun berupaya membuat produk lokal yang bisa dinikmati oleh masyarakat dan tidak hanya untuk diekspor,” ungkapnya.

Dijelaskannya, kopi Balim arabica sudah memiliki label organik yang ada logonya, sehingga dengan adanya penghargaan tersebut dapat menambah kebanggaan dan bisa terus meningkatkan produksi kopi petani, yang pada akhirnya dapat mensejahterakan petani tersebut.(ecy)