Laporan dari PAPUA – Sertifikasi Organik dan Fair Trade di Papua

Laporan dari PAPUA
Sertifikasi Organik dan Fair Trade di Papua

Pihak AMARTA melalui Aliansi Pengembangan Pertanian Papua (PADA) memberikan bantuan kepada Koperasi Baliem Arabica membuat sistem pengontrolan internal, termasuk proses pendaftaran petani. AMARTA telah memonitor proses pendaftaran petani dan menganalisa cara kerja Koperasi dalam menjalankan proses tersebut. Meskipun pihak Koperasi yang bertanggungjawab untuk melaksanakan pendaftaran dan verifikasi, para petani tentunya harus diberikan informasi yang jelas melalui sosialisasi mengenai tujuan setifikasi organik dan fair trade ini. Untuk mencapai tujuan ini Koperasi telah merencanakan jadwal pelatihan pengontrolan
internal dan sertifikasi bagi petani di tiap distrik penghasil kopi di seluruh Lembah Baliem.
Pelatihan yang pertama mengambil tempat di unit pemrosesan desa Para peserta berkumpul setelah kelas selesai

Jagara dan dikhususkan bagi kepala kelompok tani dari tiap distrik di 10 Distrik penghasil kopi Arabica. Harapan dari pelatihan sesi Agar dapat menjadi bagian dari pasar kopi spesial internasional, pertama ini adalah memberikan pemahaman dasar proses sertifikasi Koperasi Baliem Arabica berkewajiban memperoleh sertifikasi dan keuntunganya sehingga para kepala kelompok tani bisa organik dan fair trade untuk Kopi Arabica Lembah Baliem.

Ini memberikan informasi ini di distrik masing-masing dan menyiapkan merupakan suatu konsep yang baru bukan hanya bagi Koperasi, kedatangan rombongan Koperasi dan AMARTA ke tiap distrik untuk
tapi juga bagi para petani kopi di wilayah Lembah Baliem.

Sebelum pelatihan yang lebih detail. Setelah itu, selama sepuluh hari tim dari program bantuan AMARTA mulai bergulir petani biasanya menjual Koperasi dan staff Amarta berkunjung ke tiap distrik dari sepuluh kopinya dalam jumlah yang relatif kecil kepada pedagang lokal dan distrik penghasil kopi dan melaksanakan pelatihan atau lokakarya tidak pernah diharuskan memperhatikan kualitas atau sertifikasi. sesuai rencana. Pelatihan terakhir dilaksanakan di Distrik Tiom pada Tapi sekarang karena kopi ini sedang di siapkan untuk ekspor, tanggal 31 Januari, 2009. Saat ini, pengurus Koperasi dan AMARTA pihak Koperasi dan para petani diharuskan memiliki suatu sistem sedang menganalisa ratusan formulir pendaftaran para petani untuk pengontrolan internal yang berkelanjutan untuk mendapatkan ijin memastikan bahwa semuanya sudah lengkap sebelum organisasi ekspor internasional.

sertifikasi CERES melaksanakan inspeksi untuk menerbitkan dokumen sertifikasi organik.
4 | AgroCulture Januari 2009
Gedung BRI II Lt. 28, Suite 2806 Jl. Jend. Sudirman No. 44-46 Jakarta Telp: 021 – 5713548 Fax: 021 – 5711388 http://www.amarta.net

Laporan dari PAPUA – Sertifikasi Organik dan Fair Trade di Papua was originally published on KSU Baliem Arabica

Advertisements

Kopi Arabika Papua Diminati Masyarakat Mancanegara

Salah seorang anggota tim pameran komoditi unggulan Papua di Perancis, Paulus Sumino, di Jayapura, mengatakan hasil pameran komoditi unggulan di Perancis mengisyaratkan kopi Arabika Papua diminati banyak masyarakat Perancis.

Masih menurut Menurut Paulus masyarakat Perancis kopi Arabika dari Papua berkualitas dan tak terkalahkan oleh produk kopi dari daerah lain di Indonesia maupun negara lainorganik serta memiliki aroma khas sehingga bernilai ekonomi tinggi.

Pameran yang diikuti delapan provinsi di Indonesia itu termasuk Provinsi Papua, mendapat perhatian dan sambutan positif dari masyarakat Perancis. Paulus Sumino mengatakan “Papua hanya menampilkan produk komoditi unggulan seperti kopi arabika dan minyak buah merah yang merupakan potensi di wilayah hutan tropis Papua” . Kawasan sentra produksi kopi arabika di Kabupaten Jayawijaya, Paniai dan sejumlah kabupaten lain di daerah pegunungan Papua mendapat perhatian para pengusaha Prancis. Para pengusaha itu tertarik karena kopi Papua memiliki keunggulan tersendiri dan justru inilah yang harus diperhatikan dan dikembangkan pemerintah Papua.

Menurut Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Papua, kopi arabica asal wamena mulai di ekspor Amerika Serikat sejak agustus 2008 sebanyak 20 ton. Keberhasilan ekspor kopi arabika asal wamena ke Amerika Serikat ini diakui oleh pihak dinas perindustrian dan perdagangan karena bekerjasama dengan Organisasi Usaid. Menurut Kepala Disperindag nantinya ekspor kopi arabika dari Papua ini akan ditangani oleh koperasi setempat sedangkan pihak Disperindag akan mendukung segala persiapan ekspor.

Kegiatan ekspor kopi arabica dari wamena ke Amerika serikat ini diharapkan dapat menambah Devisa negara. Disamping itu juga menggerakkan perekonomian penduduk setempat yang giat melakukan penanaman komoditas kopi sejak beberapa tahun silam.

Pemerintah juga berharap, masyarakat yang membudidayakan tanaman kopi arabika di daerah Jayawijaya dan sekitarnya mampu untuk meningkatkan produksinya sehingga dapat memenuhi permintaan ekspor ke luar negeri.

Selama ini dominasi ekspor dari Papua berupa konsentrat tembaga yang dihasilkan perusahaan tambang Freeport di Tembagapura, kabupaten Mimika yang mencapai 98%. Untuk sektor ekspor lainnya diantaranya sektor perikanan berupa ikan hias dan ikan beku yang dihasilkan sejumlah pengusaha yang berinvestasi.

Sementara dari data yang ada selain kopi, saat ini masyarakat di sejumlah daerah di Papua mulai membudidayakan kakao untuk memenuhi permintaan dalam dan luar negeri. Kedepan komoditas perkebunan Papua seperti kopi dankakao diharapkan terus ditingkatkan sehingga dapat menjadi salah satu sektor andalan untuk diekspor ke luar negeri. Potensi tanaman ini cukup berprospek ekonomis bagi petani lokal.

Written by Baliem Blue Coffee   
Thursday, 25 March 2010 11:48

(Sumber: http://www.ditjenbun.deptan.go.id)

Kopi Arabika Papua Diminati Masyarakat Mancanegara was originally published on KSU Baliem Arabica